BAB II
METODE PELAKSANAAN
2.1 Produk
Produk
yang kami jual adalah es tangkai buah dilapisi coklat. Dengan 3 varian rasa
lapisan buah yaitu, coklat, vanili dan strawberry.
2.2 Keunggulan
produk
1. Buah yang dijadikan es, adalah buah pilihan
yang segar dan organic.
2. Coklat yang digunakan adalah coklat yang
berlisensi halal oleh MUI
3. Seluruh perlatan yang digunakan dalam pembuatan
es ini, dijamn kebersihannya.
4. Buah yang belum dicelup didalam coklat,
tersimpan rapi dalam plastic yang telah kami segel dan sterilkan.
2.3 Sasaran /
segmen pasar
Target
adalah anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah seperti SD, SMP, dan SMA
di Kota Padang, meliputi 6 SD, 4 SMP, dan 3 SMA, berdasarkan penilaian peminat
es hasil survey kegiatan usaha ini.
2.4 Gambaran
pasar
Peminat
es dari kalangan anak-anak di bangku sekolah, baik SD, SMP, dan SMA masih
terbilang banyak. Hal ini terbukti dari banyaknya siswa-siswa yang
membelanjakan uang sakunya untuk membeli es, sebagai cemilannya di siang hari
yang terik. Peminat es yang paling banyak adaah dari kalangan siswa-siswa
Sekolah Dasar, dikarenakan masih tingginya minat dan keinginan unutk membeli es
yang dominan dengan rasa coklat dan strawberry. Hal ini, mungkin disebabkan
karena, citarasa siswa-siswi SD masih lekat dengan citarasa susu. maka dengan
kondisi tersebut, kami memperbanyak stock untuk di jual di Sekolah Dasar.
2.5 Strategi
pemasaran
Bentuk
pasar produsen yang kami pilih disini adalah bentuk pasar sederhana. kami
mengadakan strategi pendistribusian luas, baik SD, SMP, dan SMA serta memegang kualitas
dan harga yang terjangkau.
2.5.1
Place
Lokasi
yang akan kami pilih adalah sekolah, baik SD, SMP, dan SMA. Tempat yang akan
kami gunakan adalah halaman sekolah yang bisa ditempati Ice
Boot kami. Untuk memberikan
kenyamanan kami berencana untuk memberikan beberapa fasilitas khusus yang belum
tentu dimiliki penjual lain, diantaranya :
1. Payung untuk berteduh saat membeli.
2. Serta kursi untuk duduk di dekat Boot kami.
3. Kami menyediakan kupon, jika terkumpul 3 maka
dapat ditukarkan denan benda-benda pintar seperti buku cerita anak, pensil
lucu, kipas pintar, buku pintar dan lainnya.
2.5.2
People
kami
akan mempekerjakan satu orang untuk setiap cabang/ atau setiap sekolah. Sebelum
kami menerima orang tersebut sebagai pekerja, terlebih dahulu kami akan
memberikan kepadanya untuk dapat leyani pelanggan, yaitu anak-anak sekolah
dengan ceia, ramah dan sopan. Dengan demikian pelanggan akan puas dengan
pelayanan kami.
2.5.3
Price
Harga
Es yang kami jual per tangkainya sebesar Rp. 1000,-
Untuk
selanjutnya kami akan menyesuaikan harga dengan beban atau biaya.
2.5.4
Promotion
Alat promosi yanga akan kami gunakan
diantaranya, yaitu : spanduk di Ice Boot,
sticker, dan hadiah dari kupon yang ditukarka, dengan promosi dan pelayanan
ramah kami harapkan siswa-siswi puas dan bertahan untuk menjadi pembeli yang
setia setiap hari.
BAB III
RENCANA BIAYA
3.1
Biaya Investasi dan Biaya Tetap
1.
Biaya Investasi
|
No
|
Kebutuhan
|
Vol
|
Harga satuan
|
Total
|
|
1
|
Ice Boot
(gerobak es )
|
13
|
Rp 500.000,-
|
Rp 6.500.000,-
|
|
Total
|
Rp 6.500.000,-
|
|||
2.
Biaya Tetap
|
No
|
Kebutuhan
|
Vol
|
Harga satuan
|
Total
|
|
1
|
Sendok aduk
|
3
|
Rp 20.000,-
|
Rp 120.000,-
|
|
2
|
Kulkas
|
1
|
Rp 1.500.000,-
|
Rp 1.500.000,-
|
|
3
|
Wadah
|
5
|
Rp 50.000,-
|
Rp 250.000,-
|
|
4
|
Spanduk
|
13
|
Rp 60.000,-
|
Rp 780.000,-
|
|
5
|
Dispenser
|
1
|
Rp 100.000,-
|
Rp 100.000,-
|
|
6
|
Kursi panjang
|
13
|
Rp 70.000,-
|
Rp 910.000,-
|
|
7
|
Payung
|
13
|
Rp 30.000,-
|
Rp 390.000,-
|
|
8
|
Wadah coklat
|
13
|
Rp 50.000,-
|
Rp 650.000,-
|
|
9
|
Wadah buah
|
13
|
Rp 150.000,-
|
Rp 1.950.000,-
|
|
10
|
Wadah es
|
13
|
Rp 60.000,-
|
Rp 780.000,-
|
|
Total
|
Rp 6.430.000,-
|
|||
|
Jumlah Modal ( biaya investasi + biaya tetap
)
|
Rp 12.930.000,-
|
|||
3.2 Biaya Operasional
|
No
|
Kebutuhan
|
Vol
|
Harga satuan
|
Total
|
|
1
|
Gaji karyawan
|
13
|
Rp 500.000,-
|
Rp 6.500.000,-
|
|
2
|
Biaya listrik
|
1
|
Rp 150.000,-
|
Rp 150.000,-
|
|
3
|
Atk, kupon, dll
|
1
|
Rp 50.000,-
|
Rp 50.000,-
|
|
4
|
Biaya PDAM
|
1
|
Rp 100.000,-
|
Rp 100.000,-
|
|
5
|
Gallon
|
8
|
Rp 5.000,-
|
Rp 40.000,-
|
|
Total
|
Rp 6.840.000,-
|
|||
3.3 Perkiraan
omset
|
No
|
Kebutuhan
|
Vol
|
Harga satuan
|
Total
|
|
1
|
Stok es SD
|
30x13 SD
|
Rp 1000,-
|
Rp 390.000,-
|
|
2
|
Stok es SMP
|
30x4 SMP
|
Rp 1000,-
|
Rp 120.000,-
|
|
3
|
Stok es SMA
|
30x2 SMA
|
Rp 1000,-
|
Rp 60.000,-
|
|
Total per hari
|
Rp 570.000,-
|
|||
|
Total perbulan ( 5hari sekolah X570.000x 4 minggu )
|
Rp 11.400.000,-
|
|||
3.4 Perkiraan
laba bersih perbulan
|
No
|
Keterangan
|
|
Besar jumlah
|
|
1
|
Omset
|
|
Rp 11.400.000,-
|
|
2
|
Operasional
|
|
Rp 6.840.000,-
|
|
3
|
Laba bersih
|
|
Rp 4.560.000,-
|
3.5 Perkiraan
laba bersih perbulan
|
No
|
Keterangan
|
|
Besar jumlah
|
|
1
|
Omset
|
|
Rp 11.400.000,-
|
|
2
|
Operasional
|
|
Rp 6.840.000,-
|
|
3
|
Laba bersih
|
|
Rp 4.560.000,-
|
3.6 Perkiraan
Break Even Poin (BEP)
|
No
|
Keterangan
|
Unit
|
jumlah
|
|
|
1
|
Modal total
|
|
Rp 12.930.000,-
|
|
|
2
|
Laba bersih
|
Bln
|
Rp 4.560.000,-
|
Bulan
|
|
3
|
BEP
|
7
|
Bulan + 1 bulan masa promosi
|
|
|
4
|
Pemodal
|
60%
|
Rp 2.736.000,-
|
Per bulan
|
|
5
|
Pengelola
|
40 %
|
Rp 1.824.000,-
|
Per bulan
|
|
6
|
BEP Pemodal
|
12,5
|
Bulan
|
|
BAB IV
ANALISIS
RISIKO USAHA
A. Analisis Risiko Usaha
Seiring dengan perkembangan
usaha yang biasanya diikuti dengan gaya menejemen, maka pada saat yang sama
wirausahawan es buah coklat dihadapkan pada berbagai risiko. Bagi sebagian
wirausahawan pesaing yang memiliki keberanian dan kematangan berfikir, risiko-risiko
tersebut mungkin sudah diantisipasi dan dapat dilalui dengan baik. Pada
dasarnya ada beberapa risiko yang dihadapi ketika diberikan kesempatan untuk
mengembangkan usahanya, risiko ini juga terjadi pada usaha yang kami jalani
ini. Beberapa risiko tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Risiko real, adalah risiko yang terlihat,
bisa dihitung, bisa diantisipasi dan bisa dihindari. Termasuk dalam risiko ini
adalah :
1. Kehilangan
modal yang sudah ditanam dan akan ditanamkan kedalam perusahaan.
2. Perubahan
selera konsumen.
3. Kehilangan
kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, dimasa sekarang maupun masa akan
datang.
4. Kehilangan
mata pencaharian untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
5. Munculnya
usaha yang sama.
6. Keadaan
alam yang tidak dapat diperkirakan.
b.
Risiko psikologis, adalah risiko yang tidak
terlihat, tidak bisa dihitung, bisa diantisipasi, tetapi belum tentu bisa
dihindarkan. Termasuk dalam risiko ini adalah :
1. Kehilangan
reputasi (tercemarnya nama perusahaan).
2. Kehilangan
kepercayaan pada diri sendiri atau orang lain.
3. Kehilangan
jati diri (terutama bagi mereka yang sudah menganggap keberadaan perusahaan
sebagai keberadaan dirinya sendiri).
4. Kehilangan
motivasi untuk berjuang.
Dampak utama dari
pengabaian risiko tersebut adalah usaha es buah coklat yang didirikan akan
lamban dalam berkembang dan sumber daya yang ada akan tidak efisien. Revenue
perusahaan tetap, tetapi cost menjadi lebih tinggi karena adanya investasi baru
dan menyebabkan menurunnya keuntungan.
B. Antisipasi Risiko Usaha
Agar usaha terhindar dari
kegagalan, wirausahawan sebaiknya melakukan antisipasi dari risiko usaha.
Berikut ini antisipasi dari resiko usaha yang mungkin terjadi :
1.
Dengan modal dan cadangan modal yang besar
akan dapat mengatasi ketika perekonomian tidak stabil.
2.
Wirausahawan akan menyesuaikan selera
konsumen sesuai dengan tren perkembangan pasar, yaitu dengan mendesain ruangan
sedemikian rupa dan memperbaharui peralatan pendukung.
3.
Untuk mengantipasi dalam menghadapi
ketidakpastiaan kenaikan keuntungan dapat dilakukan dengan cara menjaga
stabilisasi harga.
4.
Untuk mengantisipasi kehilangan mata
pencaharian, wirausahawan akan mencari inovasi dalam mempertahankan usaha
dengan menjadi perusahaan yang inovatif.
5.
Mengantisipasi munculnya usaha yang sama,
wirausahawan akan meningkatkan pelayanan lebih baik dari lawan bisnis lainnya.
6.
Dalam mengantisipasi risiko psikologis,
wirausahawan sebaiknya mendekatkan diri kepada keluarga agar mendapat moyivasi
lebih yang berasal dari orang-orang terdekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar