Selasa, 05 November 2013

TUGAS AKHIR KEWIRAUSAHAAN



BAB II
METODE PELAKSANAAN

2.1  Produk
Produk yang kami jual adalah es tangkai buah dilapisi coklat. Dengan 3 varian rasa lapisan buah yaitu, coklat, vanili dan strawberry.

2.2  Keunggulan produk
1.      Buah yang dijadikan es, adalah buah pilihan yang segar dan organic.
2.      Coklat yang digunakan adalah coklat yang berlisensi halal oleh MUI
3.      Seluruh perlatan yang digunakan dalam pembuatan es ini, dijamn kebersihannya.
4.      Buah yang belum dicelup didalam coklat, tersimpan rapi dalam plastic yang telah kami segel dan sterilkan.

2.3  Sasaran / segmen pasar
Target adalah anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah seperti SD, SMP, dan SMA di Kota Padang, meliputi 6 SD, 4 SMP, dan 3 SMA, berdasarkan penilaian peminat es hasil survey kegiatan usaha ini.

2.4  Gambaran pasar
Peminat es dari kalangan anak-anak di bangku sekolah, baik SD, SMP, dan SMA masih terbilang banyak. Hal ini terbukti dari banyaknya siswa-siswa yang membelanjakan uang sakunya untuk membeli es, sebagai cemilannya di siang hari yang terik. Peminat es yang paling banyak adaah dari kalangan siswa-siswa Sekolah Dasar, dikarenakan masih tingginya minat dan keinginan unutk membeli es yang dominan dengan rasa coklat dan strawberry. Hal ini, mungkin disebabkan karena, citarasa siswa-siswi SD masih lekat dengan citarasa susu. maka dengan kondisi tersebut, kami memperbanyak stock untuk di jual di  Sekolah Dasar.


2.5  Strategi pemasaran
Bentuk pasar produsen yang kami pilih disini adalah bentuk pasar sederhana. kami mengadakan strategi pendistribusian luas, baik SD, SMP, dan SMA serta memegang kualitas dan harga yang terjangkau.

2.5.1        Place
Lokasi yang akan kami pilih adalah sekolah, baik SD, SMP, dan SMA. Tempat yang akan kami gunakan adalah halaman sekolah yang bisa ditempati  Ice Boot  kami. Untuk memberikan kenyamanan kami berencana untuk memberikan beberapa fasilitas khusus yang belum tentu dimiliki penjual lain, diantaranya :
1.      Payung untuk berteduh saat membeli.
2.      Serta kursi untuk duduk di dekat Boot kami.
3.      Kami menyediakan kupon, jika terkumpul 3 maka dapat ditukarkan denan benda-benda pintar seperti buku cerita anak, pensil lucu, kipas pintar, buku pintar dan lainnya.

2.5.2        People
kami akan mempekerjakan satu orang untuk setiap cabang/ atau setiap sekolah. Sebelum kami menerima orang tersebut sebagai pekerja, terlebih dahulu kami akan memberikan kepadanya untuk dapat leyani pelanggan, yaitu anak-anak sekolah dengan ceia, ramah dan sopan. Dengan demikian pelanggan akan puas dengan pelayanan kami.

2.5.3        Price
Harga Es yang kami jual per tangkainya sebesar Rp. 1000,-
Untuk selanjutnya kami akan menyesuaikan harga dengan beban atau biaya.


2.5.4        Promotion
Alat promosi yanga akan kami gunakan diantaranya, yaitu : spanduk di Ice Boot, sticker, dan hadiah dari kupon yang ditukarka, dengan promosi dan pelayanan ramah kami harapkan siswa-siswi puas dan bertahan untuk menjadi pembeli yang setia setiap hari.

















BAB III
RENCANA BIAYA

3.1        Biaya Investasi dan Biaya Tetap
1.      Biaya Investasi
No

Kebutuhan
Vol
Harga satuan
Total
1
Ice Boot
(gerobak es )
13
Rp 500.000,-
Rp 6.500.000,-
Total

Rp 6.500.000,-

2.      Biaya Tetap
No
Kebutuhan
Vol

Harga satuan
Total
1
Sendok aduk

3
Rp 20.000,-
Rp    120.000,-
2
Kulkas

1
Rp 1.500.000,-
Rp 1.500.000,-
3
Wadah

5
Rp 50.000,-
Rp    250.000,-
4
Spanduk

13
Rp 60.000,-
Rp     780.000,-
5
Dispenser

1
Rp 100.000,-
Rp     100.000,-
6
Kursi panjang

13
Rp 70.000,-
Rp     910.000,-
7
Payung

13
Rp 30.000,-
Rp     390.000,-
8
Wadah coklat

13
Rp 50.000,-
Rp     650.000,-
9
Wadah buah

13
Rp 150.000,-
Rp 1.950.000,-
10
Wadah es

13
Rp 60.000,-
Rp     780.000,-
Total
Rp 6.430.000,-
Jumlah Modal ( biaya investasi + biaya tetap )
Rp 12.930.000,-


3.2  Biaya Operasional
No

Kebutuhan
Vol
Harga satuan
Total
1
Gaji karyawan

13
Rp 500.000,-
Rp 6.500.000,-
2
Biaya listrik

1
Rp 150.000,-
Rp 150.000,-
3
Atk, kupon, dll

1
Rp 50.000,-
Rp 50.000,-
4
Biaya PDAM

1
Rp 100.000,-
Rp 100.000,-
5
Gallon

8
Rp 5.000,-
Rp 40.000,-
Total

Rp 6.840.000,-


3.3  Perkiraan omset
No

Kebutuhan
Vol
Harga satuan
Total
1
Stok es SD

30x13 SD
Rp 1000,-
Rp 390.000,-
2
Stok es SMP

30x4 SMP
Rp 1000,-
Rp 120.000,-
3
Stok es SMA

30x2 SMA
Rp 1000,-
Rp 60.000,-
Total per hari

Rp 570.000,-
Total perbulan ( 5hari sekolah X570.000x 4 minggu )

Rp 11.400.000,-






3.4  Perkiraan laba bersih perbulan

No

Keterangan

Besar jumlah
1
Omset


Rp 11.400.000,-
2
Operasional


Rp 6.840.000,-
3
Laba bersih


Rp 4.560.000,-

3.5  Perkiraan laba bersih perbulan
No

Keterangan

Besar jumlah
1
Omset


Rp 11.400.000,-
2
Operasional


Rp 6.840.000,-
3
Laba bersih


Rp 4.560.000,-

3.6  Perkiraan Break Even Poin (BEP)
No

Keterangan
Unit
jumlah

1
Modal total


Rp 12.930.000,-

2
Laba bersih

Bln
Rp 4.560.000,-
Bulan
3
BEP
7
Bulan + 1 bulan masa promosi

4
Pemodal

60%
Rp 2.736.000,-
Per bulan
5
Pengelola

40 %
Rp 1.824.000,-
Per bulan
6
BEP Pemodal

12,5
Bulan



BAB IV
ANALISIS RISIKO USAHA
A. Analisis Risiko Usaha
Seiring dengan perkembangan usaha yang biasanya diikuti dengan gaya menejemen, maka pada saat yang sama wirausahawan es buah coklat dihadapkan pada berbagai risiko. Bagi sebagian wirausahawan pesaing yang memiliki keberanian dan kematangan berfikir, risiko-risiko tersebut mungkin sudah diantisipasi dan dapat dilalui dengan baik. Pada dasarnya ada beberapa risiko yang dihadapi ketika diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya, risiko ini juga terjadi pada usaha yang kami jalani ini. Beberapa risiko tersebut adalah sebagai berikut :
a.         Risiko real, adalah risiko yang terlihat, bisa dihitung, bisa diantisipasi dan bisa dihindari. Termasuk dalam risiko ini adalah :
1.      Kehilangan modal yang sudah ditanam dan akan ditanamkan kedalam perusahaan.
2.      Perubahan selera konsumen.
3.      Kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, dimasa sekarang maupun masa akan datang.
4.      Kehilangan mata pencaharian untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
5.      Munculnya usaha yang sama.
6.      Keadaan alam yang tidak dapat diperkirakan.
b.        Risiko psikologis, adalah risiko yang tidak terlihat, tidak bisa dihitung, bisa diantisipasi, tetapi belum tentu bisa dihindarkan. Termasuk dalam risiko ini adalah :
1.      Kehilangan reputasi (tercemarnya nama perusahaan).
2.      Kehilangan kepercayaan pada diri sendiri atau orang lain.
3.      Kehilangan jati diri (terutama bagi mereka yang sudah menganggap keberadaan perusahaan sebagai keberadaan dirinya sendiri).
4.      Kehilangan motivasi untuk berjuang.

Dampak utama dari pengabaian risiko tersebut adalah usaha es buah coklat yang didirikan akan lamban dalam berkembang dan sumber daya yang ada akan tidak efisien. Revenue perusahaan tetap, tetapi cost menjadi lebih tinggi karena adanya investasi baru dan menyebabkan menurunnya keuntungan.

B. Antisipasi Risiko Usaha
Agar usaha terhindar dari kegagalan, wirausahawan sebaiknya melakukan antisipasi dari risiko usaha. Berikut ini antisipasi dari resiko usaha yang mungkin terjadi :
1.         Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi ketika perekonomian tidak stabil.
2.         Wirausahawan akan menyesuaikan selera konsumen sesuai dengan tren perkembangan pasar, yaitu dengan mendesain ruangan sedemikian rupa dan memperbaharui peralatan pendukung.
3.         Untuk mengantipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan kenaikan keuntungan dapat dilakukan dengan cara menjaga stabilisasi harga.
4.         Untuk mengantisipasi kehilangan mata pencaharian, wirausahawan akan mencari inovasi dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan yang inovatif.
5.         Mengantisipasi munculnya usaha yang sama, wirausahawan akan meningkatkan pelayanan lebih baik dari lawan bisnis lainnya.
6.         Dalam mengantisipasi risiko psikologis, wirausahawan sebaiknya mendekatkan diri kepada keluarga agar mendapat moyivasi lebih yang berasal dari orang-orang terdekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar