PENGKAJIAN /TELAAH(ASSESSING) TERHADAP SIK
Pengkajian /telaah terhadap SIK :sebagai satu langkah dalam pengembangan dan implementasi SIK.
Pengkajian SIK dilakukan sebagai langkah awal dalam strategi memperkuat SIK.Pengkajian dilakukan setelah memilih salah satu indikator yang esensial atau penting untik membuat perencanaan pengembangan lebih lanjut dan restrukturisasi dari SIK.kajian diperlukan bila SIK diorentasikan kearah pembenaan ,anallisis,dan pelaporan data untuk monitoring indikator yang essensial yang ditetapkan dari prioritas masalah kesehatan dan program penanggulangannnya.
Apabila indikator kesehatan essensial belum teridentifikasi sebelum pengkajian SIK ,disarankan punya indikator supaya dapat menetapkan evaluasi,jika tidak ada indikator tidak bisa mengevaluasi kemajuan.
PENGKAJIAN TERHADAP SIK
Pentingnya pengkajian terhadap SIK untuk pengukuran terhadap kinerja komponen atau subsistem dari sistem informasi untuk menunjang pemberian pelayanan kesehatan dan manajemen sistem pelkes pada bermacam jenjang.
Secara spesifik, komponen yang lazim ditelaah ialah :
Komp.proses penghasilan /pembentukan Data (data generation)
Proses pengumpulan data perlu dikaji pada saat berinteraksi dengan pasien.
Komp Proses manajemen data mulai dari penyimpanan,pemprosesan,komunikasi dan kerjasama)
Komp. Proses analisa data dan pelaporan
Komp.proses pemanfaatan data
Subsistem SIK yang lazim ,
a. Sueveilans epidemiologi
Contoh : penyakit menular,penyakit tidak menular ,risk faktor
b. Pencatatan & pelaporan yankes rutin .
Pencatatan dan pelaporan diambil dai puskesmas atau rumah sakit.
c. Sistem pencatatan pelaporan khusus
Pencatatan ini tentang penyakit penyakit yang khusus atau menjadi masalah kesehatan yang penting sepeerti AIDS,TB,filariasis,DBD,dll
d. Sistem informasi administrasi
Contoh: sistem pembayaran karcis di rumah sakit,sistem logistik,sistem ketenagakerjaan.
e. Registrasi vital
Contoh : kelahiran,kematian,kesakitan,dll
LANGKAH-LANGKAH PENGKAJIAN /TELAAH SIK
1. Buat Kerangka Acuan dari kajian /telaah.
Lingkup kerangka acuan meliputi jawaban dari pertanyaan yang menggunakan 5W+ 1H ,pertanyaannya tentang:
Apa yang yang dikaji
Siapa yang menghendaki pengkajian
Kenapa pengkajian dilakukan
Kapan hasil pengkajian tersedia
Siapa yang menanggung biaya pengkajian
Apa tujuan pengkajian
Isu-isu apakan yang harus dikaji
pertanyaan yang berhubungan dengan apa yang akan dilakukan pengkajian Dan lain sebagainya
2. Kumpulkan dan review informasi relevan yang ada
Pengkajian SIK harus dilakuakn bersamaan dengan pemahaman terhadap sistem,manajemennya,operasionalnya,dan penggunaannnya.Latar belakang harus memberikan informasi deskriptif dari sistem kesehatan dan organisasinya.
Dokumen yang relevan meliputi :
Diskripsi dan struktur pelayanan kesehatan dan sistem informasinya.
Dokumentasi masalah kesehatan yang menjadi prioritas.
Laporan survei terbaru
Diagram data rutin
Daftar staf penunjang informasi
Daftar komputer yang tersedia disemua ruangan
Dll.
3. Tetapkan pada pelayanan dan masalah pelayanan man yang akan diteliti 4.
4. Tetapkan indikator kinerja SIK dan sumberdatanya
Jenis indikator kinerja dlam SIK
- Pengetahuan staf: sebagai seorang staf SIK harus mempunyai pengetahuan tentang kinerjanya.mencakup kelompok target (pasien),target pelayanan ,perhitungan cakupan,penggunaan pedoman terapi,dll.
- Kinerja pencatatan: mulai dari diagnosa kasus,penyebab kematian,kelengkapan registrasi harus tepat.
- Kinerja pelaporan :ketepatan pennyampaian laporan, data yang di laporkan harus sesuai dan tepat
- Ketersediaan sarana :standar- standar tersedia,catatan dan formulir tersedia.
- Kinerja monitoring:cakupan pelayanan yang ditargetkan bisa dimonitor,pengetahuan tentang pendidikan yang tidak dilayani atau daerah dengan cakupan rendah diba termonitor.
5. Rancang dan uji alat pengkajian dan formatnya.
Beberapa pertanyaan kunci yang harus dijawab dalam persiapan pengumpulan data dan alatnya:
- Data yang dibutuhkan
- Bagaimana data akan dikumpul
- Uji instrumen pengumpulan data
- Bagaimana hasil yang akan dianalisa dan dipresentasikan.
6. Persiapan untuk pengkajian
Berbagai hal yang perlu direncanakan dengan cermat:
a) Jadwal kegiatan pengkajian
b) Menyiapkan staf agar pelaksanaan tugas dilapangan telaksana dengan baik
c) Persiapan peralatan untuk pengumpulan data
d) Pengaturan transpor ,akomodasi,dll
e) Persiapan biaya
f) Melatih petugas dalam penggunaan kuesioner
7. Pelaksanaan pengkajian (pengumpulan data)
8. Analisis hasil pengkajian dan penyiapan laporan
9. Kritik saran dan rekomendasi.
BAB VI
METODA PENGUMPULAN DATA RUTIN
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mengetahui metoda pengumpulan data rutin
2. Mengetahui jenis-jenis dari pengumpulan data rutin yang dilakukan
3. Mengetahui instrumen/alat pengumpul data,baik itu data untuk manajemen pasien,manajemen unit kesehatan,dan manajemen sistem kesehatan
PENDAHULUAN
Ruang lingkup
1. Statistik
Statistik : ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka-angka.
Statistik Kesehatan : statistik yang diterapkan atau digunakan dalam bidang kesehatan.
Data adalah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi atau keterangan. (Drs. Riduan, MBA.)
Data yang baik mengandung 4 persyaratan, yaitu :
1. Akurat, artinya data tersebut harus lengkap dan tepat merekam keadaan tertentu
2. Valid, artinya masih berlaku untuk waktu tertentu, tidak kadaluarsa
3. Terus-menerus, dalam arti pengumpulannya tidak terputus-putus
4. Reliable adalah dapat diandalkan atau dapat dipercaya
Proses Pengalihbentukkan Data Menjadi Informasi
Frekuensi pengumpulan data
1. Data non-rutin:
Data yang dikumpulkan sewaktu-waktu
Contoh: Survei, Survei Cepat, Rapid Assesment
2. Data rutin:
Data yang dikumpulkan secara rutin. Diperoleh dari laporan rutin,Data selalu tersedia setiap saat dan murah.
Contoh: Puskesmas : SP2TP/SP3
Rumah Sakit : SP2RS
Sumber data tunggal tidak dapat menyediakan semua informasi untuk perencanaan dan pengelolaan pelayanan kesehatan.Pengumpulan data rutin dari unit kesehatan lazimnya diproses untuk menghasilkan data-base dan menyediakan informasi tentang kesehatan yang secara rutin memanfaatkan pelayanan kesehatan.Jika instansi kesehatan dengan utilisasi rendah tidak menghasilkan data yang komprehensif maka untuk memahami masalah kesehatan lebih komrehensif diperlukan metoda pengumpulan data lainnya,ialah dengan :
1. Survei sample penduduk
2. Perluasan pengumpulan data dari unit kesehatan termasuk data dari masyarakat.misal:
Data kematian dapat diperoleh dari Rs & sistem registrasi penduduk,tapi perlu diperluas denagn metoda lainseperti penelitian prospektif penduduk atau survei demografi retrospektif.
Jenis –Jenis Pengumpulan Data Rutin:
1. Pengumpulan data (rutin) dari Unit kesehatan
Bermanfaat dalam pengumpulan data manajemen pasien & menajemen unit kesehatan untuk memonitor pelayanan kesehatan dan sumber daya yang di perlukan.
Kelemahan :kualitas data rendah ,banyak menyita waktu petugas.
2. Pengumpulan data (rutin) dari masyarakat
Berdasarkan fakta tersebut ,MOH dan NGO mengembangkan pengumpulan data dari masyarakat rutin maupun non rutin.
Manfaat :
a. Memonitor kegiatan di lapangan oleh tenaga kesehatan atau tenaga kesehatan masyarakat.
b. Mempunyai data statuis kesehatan dan lingkungan masyarakat yang besar representatif,termasuk data kelahiran,kematian ,meteorologi ,pendidikan ,dll.
c. Membantu membuat perencanaan kesehatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
3. Sistem Registrasi penduduk
Data hasisl sensus merupakan sumber utama data mortalitas
Cara Pengumpulan Data
1. Pengamatan (observasi) adalah dengan terjun dan melihat langsung terhadap objek yand diteliti.
2. Penelusuran literatur adalah dengan menggunakan sebagian atau seluruh data yang ada atau laporan data dari peneliti sebelumnya.
3. Penggunaan kuesioner/angket yaitu menggunakan daftar pertanyaan (angket) atau daftar isian terhadap objek yang diteliti
4. Wawancara (interview) ialah dengan langsung mengadakan tanya jawab kepada objek yang diteliti
(Ir. M. Iqbal Hasan, MM)
2. Informasi
Informasi adalah data yang telah dianalisa sedemikian rupa sehingga dapat memberikan makna kepada yang memerlukannya, untuk menunjang proses pengambilan keputusan pada setiap tingkat manajemen.
Manfaat Informasi
Ruang Lingkup:
a. Laporan intern dan manajemen
b. Laporan ekstern (DepKes, Dinkes, SudinKes)
Sumber Data :
a. Primer : didapat dari unit RM sendiri (SIM RS)
b. Sekunder : dilaporkan oleh unit terkait ke bagian rekam medis
Sumber Data Statistik Rs
Sumber Data Primer :
1. Sensus Harian Rawat Jalan
2. Sensus Harian Rawat Inap
3. Morbiditas Pasien Rawat Jalan
4. Morbiditas Pasien Rawat Inap
Sumber Data Sekunder
1. Laporan Unit Gawat Darurat
2. Laporan Instalasi
3. Laporan Unit terkait lain
Sistematika Pelaporan Rs
Instrumen Pengumpulan Data
a. Formulir isian
b. Check list
c. Kuesioner tertutup atau terbuka
d. Alat ukur: timbangan, tersimeter
Instrumen pengumpul data untuk manajemen pasien:
Dapat berupa secarik kertas s/d kartu plastik berwarna merah ,booklet, atau file elektronik.Manfaat:merekam data untuk membantu provider memberikan pelkes kepada individu atau masyarakat ,di fasilitas kesehatan atau perpnjngn pelkes di masyarakat.Jenis:
1. Medical record
2. Formulir laboratorium
3. Formulir x-ray ,dll
Instrumen pengumpul data untuk manajemen unit kesehatan:
Data yang dikumpulkan di unit kesehatan digunakan staf untuk membuat keputusan operasional.Dibagi 2:
1. Rekam /pencatatan pelkes
2. Rekam/pencatatan pemanfaatn sumber daya
Instrumen pengumpul data untuk manajemen sistem kesehatan:
1. Formulir laporan unit kesehatan
2. Instrumen pengumpul data untuk sistem kesehatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar