Komunikasi kesehatan
menggunakan foto-foto,slide,baliho,spanduk,film strip
II.1 Baliho
adalah
salah satu media berpromosi baru yang berkembang seiring dengan kemajuan
teknologi digital printing dan merupakan media yang digunakan untuk luar
ruangan.
Baliho
adalah sebuah media penyampai yang menjelaskan/ mempertegas akan adanya suatu
kegiatan/ aktivitas/ event, jadi senafas dengan pemberitahuan seperti halnya
spanduk, dll, dll.
Biasanya
dipajang dihalaman dekat dengan kegiatan acara, misalkan didepan sebuah gedung
pameran, diskusi, dll.
Baliho
bahannya bisa berupa kayu, logam, kain, fiberglas dan sebagainya. Isinya
merupakan informasi jangka pendek mengenai acara (event) tertentu atau kegiatan
yang bersifat insidentil
II.2
Film Strip
Film lebih
kearah sasaran secara masal, sifatnya menghibur namun bernuansa edukatif.
Film strip yaitu, seperti halnya slide film, hanya saja
masing-masing gambar tidak dipisahkan dan diberi
bingkai, tetapi menjadi satu rangkaian yang tak terpisahkan
dalam satu paket penyuluhan yang utuh.
Alat peraga ini diproyeksikan ke layar dengan menggunakan
film strip projector dan untuk memberikan penjelasan
(narasi), penyajian film strip selalu dikaitkan
dengan synchronizer cassete recorder.
Film strip juga digunakan dalam
pertemuan kelompok untuk mempengaruhi sikap, pengetahuan, dan
ketrampilan penerima manfaat pada
tahapan minat, menilai, dan mencoba
Kelebihan media elektronika diantaranya:
- Sudah dikenal masyarakat
- Mengikutsertakan semua panca indera
- Lebih mudah dipahami
- Lebih menarik karena ada suara dan gambar
- Bertatap muka
- Penyajian dapat dikendalikan
Kelemahan media
elektronika:
- Biaya lebih tinggi
- Sedikit rumit
- Perlu listrik
- Perlu alat canggih untuk produksinya
- Peralatan selalu berkembang dan berubah
- Perlu terampil dalam pengoperasian
- Media luar ruang, yaitu media yang menyampaikan pesannya di luar ruangan secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis, misalnya: papan reklame, spanduk, pameran, banner, dan tv layar lebar.
II.3
spanduk
adalah kain membentang biasanya berada tepi –
tepi jalan yang berisi text, warna dan gambar. spanduk merupakan suatu media
informasi. Spanduk bisa kita buat sendiri, bisa dengan menggunakan cat,
sablon(screen printing) ataupun dengan cara cat mesin (offset). Itu lah
definisi dari ilmu spanduk.
Spanduk adalah media
promosi yang cukup populer belakangan ini karena harganya yang murah dan proses
pengerjaannya yang cepat. Jaman Sekarang ini Sudah Banyak Perusahaan Yang
bergerak di bidang periklanan memiliki mesin Digital Print Sendiri.
II.4 Foto
adalah
gambar diam,
yang dihasilkan oleh kamera yang merekam suatu obyek atau kejadian atau keadaan
pada suatu waktu
tertentu.
Kegiatan yang
berhubungan dengan foto diistilahkan dengan fotografi.
II.5 Slide
Media slide atau film
bingkai adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat yang disebut
dengan proyektor slide. Slide atau film bingkai terbuat dari film positif yang
kemudian diberi bingkai yang terbuat dari karton atau plastik. Film positif
yang biasa digunakan untuk film slide adalah film positif yang ukurannya 35 mm
dengan ukuran bingkai 2 x 2 inchi. Sebuah program slide biasanya terdiri atas
beberapa bingkai yang banyaknya tergantung pada bahan/ materi yang akan
disampaikan.
Program visual dapat dikombinasikan
dengan suara yang dikenal dengan film bingkai bersuara. Program kombinasi film
bingkai bersuara pada umumnya berkisar antara 10 sampai 30 menit dengan jumlah
gambar yang bervariasi dari 10 sampai 100 buah lebih. Berbeda dengan gambar
yang disertai suara rekaman waktu tayangnya sudah tertentu, gambar yang tidak
disertai suara dapat ditayangkan seberapa lama pun sesuai dengan kebutuhan dan
isi pesan dan informayang ingin disampaikan melalui gambar tersebut.
Kelebihan dan Kelemahan Media Slide
1.Membantu menimbulkan pengertian dan ingatan yang
kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat dipadukan dengan unsur suara.
2.Merangsang minat dan perhatian siswa dengan warna dan gambar yang
kongkrit.
3.Program slide mudah direvisi sesuai dengan
kebutuhan, karena filmnya terpisah- pisah.
4.Penyimpanannya mudah karena ukurannya kecil. Urutan
gambar (film bingkai) dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.
5.Isi pelajaran yang sama terdapat dalam gambar-gambar
film bingkai dapat disebarkan dan digunakan tempat secara bersamaan.
6.Gambar pada film bingkai tertentu dapat ditayangkan
lebih lama dan dengan demikian dapat menarik perhatian dan membangun persepsi
siswa yang sama terhadap konsep atau pesan yang ingin disampaikan.
7.Film bingkai dapat ditayangkan pada ruangan masih
terang (tidak terlalu benar benar gelap). Jika tidak terdapat layar khusus,
dinding pun dapat dijadikan tempat gambar.
8.Film bingkai dapat menyajikan gambar dan grafik
untuk berbagai bidang ilmu kepada kelompok atau perorangan dengan usia yang tidak
terbatas.
9.Film bingkai dapat digunakan sendiri atau digabung
dengan suara / rekaman. Baik film
bingkai bersuara maupun yang tidak, dapat diubah.
10.Film bingkai dapat menyajikan
peristiwa masa lalu atau peristiwa di tempat lain. Di samping itu, dengan film
bingkai, objek yang besar, berbahaya, atau terlalu kecil untuk dilihat dengan
mata dapat ditayangkan dengan jelas.
Kelemahan Media Slide, antara
lain sebagai berikut :
1.Memerlukan penggelapan ruangan
untuk memproyeksikannya.
2.Pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, jika
program yang dibuatnya cukup panjang.
3.Memerlukan biaya yang boleh
dikatakan besar.
4.Hanya dapat menyajikan gambar yang diam (geraknya
terbatas walaupun dengan menggunakan lebih dari sebuah proyektor.Gambar dan
grafik visual yang disajikan tidak bergerak sehingga daya tariknya tidak sekuat
dengan televisi atau film. Oleh karena itu, visualisasi objek atau proses yang
bergerak akan kurang efektif bila disajikan melalui media film bingkai.
5. Film bingkai terlepas-lepas,dan
ini merupakan suatu titik keunggulan
sekaliguskelemahannya, karena memerlukan perhatian untuk penyimpanannya
agar
film-film itu tidak hilang atau
tercecer.
6Meskipun biaya produksinya tidak
terlihat mahal, film bingkai masih memerlukan
biaya lebih besar daripada pembuatan media foto, gambar, grafik, yang
tidak
diproyeksikan.
Prinsip Dasar Membuat Slide
Ada beberapa prinsip dasar yang
harus dipenuhi ketika membuat slide. Jika hal ini dilakukan, maka slide akan
menjalankan fungsinya sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganggu yang
mengalihkan perhatian audiens dari presentasi itu sendiri.
Berikut
adalah prinsip-prinsip tersebut:
1.
Simpel
Slide yang simpel, sederhana, dan
tepat sasaran adalah yang terbaik. Dengan slide seperti ini, Anda punya banyak
keleluasaan untuk memberikan penjelasan. Semakin rumit sebuah slide, maka
audiens akan membutuhkan tambahan waktu hanya untuk mengerti slide tersebut.
Dan bisa jadi kesulitan Anda dalam menjelaskan slide tersebut menjadi
pengganggu presentasi.
2.
Perlu atau Tidak?
Untuk setiap lembar slide yang akan
dibuat, tanyakan pada diri Anda apakah slide tersebut perlu? Apakah cukup 5
slide saja daripada 10 slide? Apakah slide yang satu dan yang lainnya dapat
digabungkan? Apakah slide ini dapat digantikan dengan penjelasan singkat kepada
audiens? Sering-seringlah mempertanyakan hal ini dan Anda hanya akan membuat
slide yang benar-benar efektif dan efisien.
3.
Latar belakang dan Font mudah dibaca
Dengan beragamnya latar belakang
slide yang dapat Anda gunakan dan ribuan font yang tersedia, ada kalanya kita
tergoda untuk bereksperimen dengan bermacam pilihan. Hal tersebut boleh-boleh
saja selama kombinasi latar belakang dan font yang digunakan mudah dibaca oleh
audiens. Dalam beberapa training presentasi yang saya ikuti, banyak yang
menganjurkan background biru gelap dengan font berwarna kuning dengan alasan
kontras yang baik dan tidak cepat melelahkan mata. Saya sendiri kadangkala juga
sering menggunakan background berwarna terang dengan teks yang gelap.
Untuk pemilihan font disarankan
maksimum 2 dalam sebuah slide dan bahkan dalam keseluruhan presentasi Anda.
Mengapa demikian? Semakin banyak font maka semakin lelah audiens ketika melihatnya.
Selain itu font yang terlalu banyak membuat audiens bingung terhadap
konsistensi presentasi Anda dan hubungan antara slide yang satu dengan slide
berikutnya. Font yang baik untuk presentasi adalah yang tidak menggunakan
banyak hiasan pada ujung hurufnya seperti: Arial, Verdana, Trebuchet. Font yang
menggunakan hiasan dapat digunakan sebagai judul slide atau teks-teks pendukung
yang bukan merupakan body text.
4.
Maksimum 7 baris teks
Jika Anda menjelaskan beberapa item
dalam format bullet point, pastikan jumlahnya tidak lebih dari 7 dalam
sebuah slide. Mengapa? Jumlah yang banyak akan membuat font menjadi lebih kecil
sehingga sulit dibaca. Selain itu, bukankah slide digunakan sebagai ringkasan?
Karenanya jika ada item yang lebih dari 7, usahakan dikurangi dan ringkaskan.
5.
Gambar, grafik, dan diagram
Dalam presentasi, Anda akan
mengandalkan kemampuan presentasi Anda sendiri dibantu slide presentasi sebagai
pendamping. Ada satu kekuatan yang dimiliki slide yang tidak ada pada presenter
paling handal sekalipun yakni menjelaskan sesuatu dengan gambar. Ya, sebuah
gambar yang tepat dapat mewakili ribuan kata jika harus dijelaskan. Karenanya
manfaatkan dan gunakan gambar, grafik maupun diagram.
Gambar yang dipakai dalam slide
harus relevan dengan isinya dan membantu memahami presentasi dalam konteks yang
Anda harapkan. Jangan malah mengalihkan perhatian audiens ketika mereka bingung
menghubungkan antara maksud gambar yang tampil dengan isi presentasi Anda.
Penggunaan grafik juga perlu
perhatian sendiri. Ada berbagai jenis grafik mulai dari bar, pie chart, line,
dan kombinasinya. Pemilihan jenis grafik yang benar akan memberikan dampak
besar pada kemudahan audiens untuk mengerti isi presentasi Anda
Grafik bar adalah paling umum dan cocok
digunakan untuk menjelaskan pertumbuhan dalam kurun waktu tertentu. Grafik pie
cocok untuk menjelaskan perbandingan proporsi antara beberapa hal yang
dibandingkan. Karena bentuknya seperti kue yang bulat, audiens dengan mudah
bisa membuat asosiasi besar kue untuk membandingkan antara satu hal dengan
lainnya. Grafik line cocok untuk menggambarkan trend perbandingan beberapa item
sekaligus. Untuk penggunaan grafik ini, saya akan coba mengulasnya secara lebih
mendalam.
Adapun diagram akan sangat membantu
ketika Anda menjelaskan langkah-langkah proses kerja dan hubungannya satu sama
lain. Manfaakan hal ini untuk memudahkan audiens memahami bagian yang sulit
dari presentasi
6.
Gunakan kombinasi warna yang cukup
Keunggulan lainnya dari slide adalah
Anda dapat menggunakan berbagai pilihan warna. Gunakan beberapa warna yang
memiliki kontras cukup dan konsisten dalam slide Anda. Jangan gunakan warna
yang berbeda-beda di setiap slide karena akan sangat mengganggu dan membuat
Anda tampil tidak profesional.
Demikian 6 prinsip yang perlu
dipertimbangkan dalam membuat slide presentasi.
Lantas Anda mungkin bertanya,
bagaimana dengan penggunaan template dengan warna dan ragam yang banyak?
Jawabannya adalah template tersebut dapat Anda gunakan selama memenuhi kaidah
di atas dan yang paling penting pilih template yang tidak menggunakan gambar
latar yang terlalu kompleks sehingga menyita tempat dan perhatian tersendiri
dalam presentasi. Hal ini penting karena gambar latar template akan tampil di
setiap slide Anda dari awal sampai akhir.
Pertanyaan lain yang mungkin muncul
adalah, bagaimana dengan animasi, efek transisi antar slide, dan penggunaan
suara? Untuk bagian ini Anda harus berhati-hati. Untuk animasi semisal gambar
yang bergerak, atau gambar yang berubah-ubah sangat mudah mengalihkan perhatian
audiens. Tanyakan pada diri Anda apakah hal itu perlu? Animasi dimungkinkan
misalnya ketika Anda menjelaskan sebuah proses teknik yang rumit dan dengan
adanya animasi bergerak menggambarkan proses tersebut bekerja. Selain dari
kondisi tersebut, saya menyarankan hindarkan penggunaan animasi.
Transisi antar slide dan bagaimana
teks tampil di layar juga perlu diperhatikan. Saya lebih konservatif dalam hal
ini dan memilih transisi sederhana seperti Appear atau Fade dalam
Powerpoint. Alasannya adalah transisi tersebut tidak terlalu mengalihkan
perhatian dan jika dipakai dengan benar dapat menambah kekuatan presentasi.
Misal ketika Anda menjelaskan sebuah diagram yang menunjukkan tahapan dan Anda
ingin agar audiens melihatnya bagian per bagian, maka transisi ini dapat
dipakai. Hindari transisi yang membuat teks berputar-putar, bergerak dari kiri
ke kanan, tampil huruf per huruf disertai bunyi tembakan dan berbagai aksesori
lainnya yang berlebihan.
Terakhir adalah penggunaan suara.
Untuk bagian yang satu ini saya menyarankan untuk tidak menggunakannya kecuali
Anda sedang menampilkan video dalam presentasi. Banyak presentasi yang terlihat
sangat tidak profesional dan mengganggu perhatian ketika setiap paragraf muncul
diiringi suara tembakan, tepuk tangan, bunyi kamera dan lain-lain. Ingatlah
bahwa Anda sedang memberikan presentasi dan bukan sedang menampilkan special
effect sebuah film.
Langkah-langkah Pembuatan Media Slide
1. Membuka program
Klik tombol start > kemudian klik All Program >
arahkan cursor ke Microsoft Office > dan klik file PowerPoint.
2. Mulai menulis
Setelah jendela PowerPoint (jendela presentasi/slide)
muncul, sekarang tuliskan teks pada setiap frame sesuai naskah yang telah anda
buat.
3. Memberi warna teks
Setelah judul presentasi anda ketik (dengan warna
hitam), sekarang gantilah warna tulisan judul tersebut dengan warna yang lebih
menarik. Ada beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan dalam pemilihan warna,
misalnya tingkat keterbacaan, kekontrasan, dan komposisi.
4. Membuat animasi teks
Anda bisa memanfaatkan fasilitas
animasi yang ada pada Program PowerPoint untuk menambah efek gerakan pada teks
atau gambar, anda bisa mengatur urutan dan waktu yang ada di Program
PowerPoint. Tapi ingat, jangan terlalu banyak macam gerakan hingga justru
mengganggu pesan yang akan disampaikan.
5. Memberi background
pada tampilan slide
Agar tampilan slide anda lebih menarik, maka anda
dapat memberi background yang anda inginkan pada setiap slide yang Anda buat.
Pembuatan Media Slide oleh Guru dan Siswa
Keunggulan umum media slide sebagai
media pembelajaran adalah mempermudahkan bagi guru dan siswa mereduksikannya.
Kamera modern sangat sederhana operasinya, sehingga banyak fotografer amatir
dapat memperoeh hasil yang bagus.
Untuk membuat slide kamu dapat
mengikuti prosedur yang sama, tetapi mengganti film slide untuk menghasilkan
cetakan. Sama dengan semua bahan-bahan produksi ditempat itu, slide yang dibuat
oleh guru dan siswa telah disiapkan, dan secara kredibilitas kekurangannya
lebih terjadi pada bahan-bahan umum.
Menghasilkan Tampilan Media Slide dengan Fotografi
Digital
Sistem kamera digital secara cepat
menggantikan film fotografi konvensional.Kamera digital telah dengan cepat
menempatkan dirinya dalam dunia komputer.Secara luas dia digunakan untuk
menangkap gambar, untuk disatukan kedalam dokumen yang dihasilkan oleh
presentation software atau desktop piblishing.Image dibuat dengan teknologi
yang dapat disusun dalam rangkaian dan ditunjukkan pada layar komputer sebaik
yang ditunjukkan slide.
Menghasilkan Media Slide dengan Sistem Pengkopian
Gambar
Banyak kamera dengan single-lens
reflex (SLR) memiliki kombinasi zoom (pembesar) dan lensa mikro. Kita dapat mengambil
gambar secara dekat menggunakan jarak makro, sehingga memudahkan kamu untuk
mengkopi visual flat seperti peta, diagram, ilustrasi, dan obyek kecil tiga
dimensi.Untuk memotret materi-materi itu, sematkan pada dinding atau tempatkan
di atas permukaan yang horizontal.
Menghasilkan Media Slide dengan Komputer
Secara tradisional, slide telah
dibuat dengan mengambil gambar orang, benda-benda atau image yang digambarkan
dengan uraian pada seniman.Komputer-komputer sekarang memberikan kemampuan
dalam pembangunan image grafis yang dapat menjadi sebuah slide.Ada program
software yang secara khusus disesuaikan untuk menghasilkan image dengan
resolusi sangat tinggi, ketajaman dan kejelasannya didefinisikan sebagai
foto-foto.
Kualitas yang tinggi dihasilkan dengan
mudah, dan penggunaannya yang fleksibel, membuat komputer ini menjadi populer
dalam dunia pelatihan, dimana mereka digunakan untuk mempersiapkan sistem dan
modul pembelajaran sendiri. Efek suara ditemukan untuk memberikan pengaruh
sekuat mungkin pada video sebagai bagian dari hasil karya.
Contoh Komunikasi
Kesehatan melalui Film Strip tentang program Cuci Tangan Pakai Sabun
PENDAHULUAN
Tangan
kita merupakan pusat kuman penyakit, mulai saat bersalaman, memegang pintu
kamar kecil, menyentuh benda yang mengandung kuman, sehabis buang air kecil
(BAK) atau buang air besar (BAB) serta menyentuh segala sesuatu yang
banyak disentuh banyak orang seperti memegang uang, dll. Tangan yang
kelihatan bersih belum cukup untuk mencegah dari penyakit infeksi. Apalagi
tangan yang bersentuhan langsung dengan kotoran manusia dan
binatang, cairan tubuh seperti ingus, makanan atau minuman yang terkontaminasi saat tidak
dicuci dengan sabun dapat memindahkan bakteri, virus, dan parasit kepada orang
lain. Oleh karena itu betapa pentingnya untuk membebaskan tangan kita dari
berbagai jenis kuman penyakit tersebut dengan mencuci tangan.
Mencuci
tangan terbukti dapat mencegah penyakit diare dan ISPA (Infeksi Saluran
Pernafasan Atas) yang menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak. Setiap
tahun, sebanyak 3,5 juta anak-anak diseluruh dunia meninggal sebelum mencapai
umur 5 tahun karena penyakit tersebut.
Penelitian
yang dipublikasikan oleh Cochrane Library Journal Oktober 2007 menemukan bahwa
mencuci tangan dengan air dan sabun adalah cara yang sederhana dan efektif
untuk mencegah virus ISPA, mulai dari virus flu sehari-hari hingga virus
pandemik yang mematikan. Penelitian di Karachi, Pakistan
menunjukkan bahwa jumlah penderita diare berkurang separuhnya dengan melakukan
kampanye mencuci tangan dengan sabun secara benar. Sebuah penelitian lain
menunjukkan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi risiko diare
hingga 47%
PBB telah menetapkan
tanggal 15
Oktober sebagai Hari Mencuci Tangan dengan Sabun
Sedunia. Ada 20 negara di dunia yang akan berpartisipasi aktif dalam hal
ini, salah satu di antaranya adalah Indonesia.
Sampai saat
ini ternyata bukan hanya anak-anak saja yang malas untuk mencuci tangan,
sebagian besar orang dewasa juga masih sulit untuk membiasakan diri untuk
mencuci tangannya. Karena itulah kampanye pentingmya mencuci tangan melalui
media kepada masyarakat luas harus terus di lakukan.
Berikut
adalah 5 fakta pentingnya melakukan cuci tangan dengan memakai sabun:
- Mencuci tangan dengan menggunakan air saja tidak cukup karena lemak dan kotoran masih menempel di tangan.
- Mencuci tangan dengan memakai sabun selain menghilangkan lemak dan kotoran yang menempel ditangan juga akan mencegah timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman, seperti radang tenggorokan, masalah saluran pernafasan, disentri, diare, iritasi kulit, biang keringat, mata merah, jerawat, bau badan, dan tipus.
- Setelah ke jamban dan sebelum menyentuh makanan (sebelum mengolah atau memakan makanan) adalah saat-saat yang sangat penting untuk mencuci tangan dengan memakai sabun karena dapat menghilangkan kuman yang menempel ditangan.
- Membiasakan diri mencuci tangan dengan memakai sabun adalah kegiatan preventif yang paling murah dan efektif dan dapat mengurangi biaya pengobatan kesehatan kita.
- Kebiasaan cuci tangan pakai sabun sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan karena penyakit yang disebabkan oleh kuman seperti diare seringkali membuat para siswa tidak masuk sekolah. Salah satu penelitian yang dilakukan diluar negeri menunjukkan membiasakan cuci tangan pakai sabun bisa mengurangi absesi sekolah sekitar 42 persen.
PENGERTIAN
Menurut
DEPKES 2007, mencuci tangan adalah proses yang secara mekanis melepaskan
kotoran dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun dan air.
Mencuci
tangan dengan sabun merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan
membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun sehingga menjadi
bersih dan dapat memutuskan mata rantai kuman penyakit.
Idealnya
mencuci tangan sebaiknya menggunakan air bersih, air mengalir dan sabun. Air
bersih adalah air yang jernih, tidak berbau dan tidak berwarna. Sedangkan sabun
dapat membantu proses pelepasan kotoran dan kuman yang menempel di permukaan
luar kulit tangan dan kuku secara kimiawi. Dengan menggunakan air yang
mengalir maka kotoran dan kuman akan luruh terbawa air.
Berikut
ini adalah beberapa tips mencuci tangan yang baik :
- Cuci tangan dengan air bersih. Bisa air hangan atau dingin. Jangan lupa untuk menggunakan sabun.
- Gosok tangan secara bersamaan. Jangan lupa untuk menggosok bagian belakang tangan Anda, antara sela-sela jari, dan di bawah kuku Anda.
- Gosok tangan Anda selama minimal 20 detik.
- Bilas tangan Anda baik di bawah air mengalir.
- Keringkan tangan anda menggunakan handuk bersih dan kering.
Biasakan
untuk mencuci tangan Anda sebelum atau sesudah melakukan
aktivitas seperti sebelum makan, setelah menggunakan kamar kecil, setelah
membuang ingus, batuk, atau bersin, setelah mengganti popok, setelah menyentuh
sampah, sebelum dan setelah mengobati luka, setelah menyerahkan hewan atau
kotoran hewan, sebelum memasukkan atau melepas lensa kontak, atau setelah
menyentuh orang sakit atau terluka.
Lakukan
kebiasaan sederhana ini sekarang juga dan dapatkan manfaat mencuci
tangan bagi kesehatan Anda dan keluarga.
MANFAAT
Manfaat
mencuci tangan bagi kesehatan tidak usah diragukan lagi. Mencuci tangan dapat
membasmi kuman penyebab penyakit sehingga mencegah penularan penyakit
infeksi. Karena penularan penyakit dapat terjadi ketika orang yang terinfeksi
tidak mencuci tangan dengan benar kemudian ia langsung menyentuh atau mengolah
makanan dan makanan tersebut di konsumsi orang.
KAPAN SEBAIKNYA SESEORANG HARUS MENCUCI TANGAN ?
Biasakan
untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar kecil, setelah
buang air kecil dan atau buang air besar, setelah membuang ingus, batuk,
bersin, setelah mengganti popok, setelah menyentuh sampah, sebelum dan setelah mengobati
luka, setelah memegang hewan atau kotoran hewan, sebelum memasukkan atau
melepas lensa kontak, setelah bermain, sebelum memegang bayi, setelah
menyentuh orang sakit atau terluka serta sebelum meyiapkan makanan.
PENYAKIT- PENYAKIT YANG DAPAT DI CEGAH DENGAN MENCUCI TANGAN :
- Diare. Sekitar 30 penelitian terkait menemukan bahwa cuci tangan dengan sabun dapat menurunkan angka penderita diare hingga separuhnya. Tingkat kefektifan mencuci tangan dengan sabun dalam penurunan angka penderita diare adalah 44%
- ISPA. Bukti-bukti telah ditemukan bahwa dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, buang air besar, buang air kecil dapat mengurangi tingkat infeksi hingga 25 %. Penelitian di Pakistan menemukan bahwa mencuci tangan dengan sabun mengurangi infeksi saluran pernapasan yang berkaitan dengan pnemonia (radang paru-paru) pada anak-anak balita hingga lebih dari 50 %.
- Infeksi cacing, infeksi mata dan penyakit kulit. Penelitian membuktikan bahwa penggunaan sabun dalam mencuci tangan mengurangi kejadian penyakit kulit, infeksi mata seperti trakoma, dan cacingan khususnya untuk ascariasis dan trichuriasis.
- Flu Singapura atau Hand Foot and Mouth Disease (HFMD), penyakit ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus ini saat tidak mencuci tangan dengan benar
- Hepatitis A, penularan terjadi ketika seseorang yang terinfeksi virus ini tidak mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan kamar mandi kemudian ia mengolah makanan yang dikonsumsi oleh orang lain.
- Shigellosis, penyakit ini mudah menyebar dari satu orang ke orang lain dengan memakan makanan yang terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi yang tidak mencuci tangan dengan benar setelah dari kamar mandi.
- Giardiasis, penyakit mudah menyebar melalui kontak tangan yang tidak dicuci dengan benar setelah buang air besar.
LANGKAH MENCUCI TANGAN YANG BENAR :
WHO
pada tahun 2005 mengeluarkan 7 langkah. Dan dalam pelaksanaannya ada yang
mengembangkan menjadi 10 langkah yaitu sebagai berikut :
- Basuh tangan dengan air bersih yang mengalir
- Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan
- Gosok punggung tangan dan sela - sela jari tangan kiri dan tangan kanan, begitu pula sebaliknya.
- Gosok kedua telapak dan sela - sela jari tangan
- Jari - jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci.
- Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya.
- Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya
- Gosok pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan lakukan sebaliknya.
- Bilas kedua tangan dengan air yang mengalir
- Keringkan dengan lap tangan yang kering dan bersih atau menggunakan tissue
Catatan : Bila
tidak ada wastafel atau kran air, dapat menggunakan air yang di tuangkan dengan
gayung. Idealnya memang menggunakan sabun cair, tetapi bisa juga menggunakan
sabun batangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar