2.1 METODE PENELITIAN
2.1.1 Definisi metode penelitian
Metode penelitian adalah cara
ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu
Metode penelitian berhubungan erat dengan prosedur,
teknik, alat, serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus
cocok dengan pendekatan penelitian yang dipilih.
Prosedur, teknik, serta alat yang digunakan
dalam penelitian harus cocok pula dengan metode penelitian yang ditetapkan.
Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti perlu menjawab sekurang-kurangnya
tiga pertanyaan pokok (Nazir, 1985) yaitu:
1. Urutan kerja atau prosedur apa yang harus dilakukan
dalam melaksanakan suatu penelitian?
2. Alat-alat (instrumen) apa yang akan digunakan dalam
mengukur ataupun dalam mengumpulkan data serta teknik apa yang akan digunakan
dalam menganalisis data?
3. Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut?
Jawaban atas
ketiga pertanyaan tersebut memberikan kepada peneliti urutan-urutan pekerjaan
yang terus dilakukan dalam suatu penelitian. Hal ini sangat membantu peneliti
untuk mengendalikan kegiatan atau tahap-tahap kegiatan serta mempermudah
mengetahui kemajuan (proses) penelitian. Metode penelitian menggambarkan
rancangan penelitian yang meliputi prosedur atau langkah-langkah yang harus
ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta dengan cara apa data tersebut
diperoleh dan diolah/dianalisis. Dalam prakteknya terdapat sejumlah
metode yang biasa digunakan untuk kepentingan
penelitian.
2.1.2 Macam-macam Metode Peneliatian
Berdasarkan
sifat-sifat masalahnya, Suryabrata (1983) mengemukakan sejumlah metode penelitian yaitu
sebagai berikut :
1.
Penelitian Historis yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau
secara sistematis dan obyektif.
2.
Penelitian Deskriptif yang yang bertujuan untuk membuat deskripsi
secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau
daerah tertentu.
3.
Penelitian Perkembangan yang bertujuan untuk menyelidiki pola dan urutan
pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu.
4.
Penelitian Kasus/Lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar
belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungansuatu obyek
5.
Penelitian Korelasional yang bertujuan untuk mengkaji tingkat
keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan
koefisien korelasi
6.
Penelitian Eksperimental
suguhan yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan
hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali
7.
Penelitian Eksperimental semu yang bertujuan untuk mengkaji kemungkinan
hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada
kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan
pengendalian.
8.
Penelitian Kausal-komparatif yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan
hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen tetapi
dilakukan dengan pengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab,
sebagai pembanding.
9.
Penelitian Tindakan yang bertujuan
untuk mengembangkan keterampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan
langsung serta dikaji hasilnya.
McMillan dan Schumacher (2001) memberikan
pemahaman tentang metode penelitian dengan
mengelompokkannya dalam dua tipe utama yaitu kuantitatif dan
kualitatif yang masing-masing terdiri atas beberapa jenis metode
sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut.
2.1.3 Jenis-Jenis
Metode Penelitian
2.1.3.1 Metode Kuantitatif
Metode penelitian kuantitatif dapat digunakan jika:
1. Masalah yang merupakan titik tolak dari penelitian sudah jelas data-datanya;
2. Peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi, tetapi tidak mendalam. Bila populasi terlalu luas, maka penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi;
3. Ingin diketahui pengaruh perlakuan (treatment) tertentu terhadap yang lain. Hal ini cocok jika menggunakan metode eksperimen yang merupakan bagian dari metode kualitatif. Misalnya; ingin meneliti pengaruh jamu tertentu terhadap derajad kesehatan;
4. Peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian dapat berbentuk hipotesis deskriptif, komparatif dan asosiatif;
5. Peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur;
6. Ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.
1. Masalah yang merupakan titik tolak dari penelitian sudah jelas data-datanya;
2. Peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi, tetapi tidak mendalam. Bila populasi terlalu luas, maka penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi;
3. Ingin diketahui pengaruh perlakuan (treatment) tertentu terhadap yang lain. Hal ini cocok jika menggunakan metode eksperimen yang merupakan bagian dari metode kualitatif. Misalnya; ingin meneliti pengaruh jamu tertentu terhadap derajad kesehatan;
4. Peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian dapat berbentuk hipotesis deskriptif, komparatif dan asosiatif;
5. Peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur;
6. Ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.
2.1.3.2 Metode Kualitatif
Metode penelitian kualitatif dapat digunakan jika:
1. Masalah penelitian belum jelas, masih remang-remang atau mungkin malah masih gelap. Sebab dengan metode kualitatif, peneliti langsung masuk ke objek penelitian dan dapat melakukan eksplorasi secara mendalam;
2. Ingin memahami makna dibalik data yang tampak. Karena gejala sosial sering tidak bisa dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang;
3. Ingin memahami interaksi sosial. Karena interaksi sosial yang kompleks hanya dapat diurai kalau peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara berperan serta, wawancara mendalam terhadap interaksi sosial;
4. Ingin memahami perasaan orang. Karena perasaan orang sulit dimengerti kalau tidak ikut serta merasakan apa yang dirasakan orang tersebut;
5. Ingin mengembangkan teori. Pengembangan teori yang dimaksud dibangun berdasarkan situasi, kondisi dan teori yang diperoleh di lapangan;
6. Ingin memastikan kebenaran data. Karena data sosial sulit dipastikan kebenarannya jika belum menemukan apa yang dimaksud. Ibarat mau mencari siapa yang menjadi provokator, maka sebelum provokator yang dimaksud ditemukan, penelitian belum dinyatakan selesai;
7. Ingin meneliti sejarah perkembangan. Misalnya ingin melacak kehidupan seseorang tokoh, sejarah lembaga atau masyarakat, dan lain-lain.
1. Masalah penelitian belum jelas, masih remang-remang atau mungkin malah masih gelap. Sebab dengan metode kualitatif, peneliti langsung masuk ke objek penelitian dan dapat melakukan eksplorasi secara mendalam;
2. Ingin memahami makna dibalik data yang tampak. Karena gejala sosial sering tidak bisa dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang;
3. Ingin memahami interaksi sosial. Karena interaksi sosial yang kompleks hanya dapat diurai kalau peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara berperan serta, wawancara mendalam terhadap interaksi sosial;
4. Ingin memahami perasaan orang. Karena perasaan orang sulit dimengerti kalau tidak ikut serta merasakan apa yang dirasakan orang tersebut;
5. Ingin mengembangkan teori. Pengembangan teori yang dimaksud dibangun berdasarkan situasi, kondisi dan teori yang diperoleh di lapangan;
6. Ingin memastikan kebenaran data. Karena data sosial sulit dipastikan kebenarannya jika belum menemukan apa yang dimaksud. Ibarat mau mencari siapa yang menjadi provokator, maka sebelum provokator yang dimaksud ditemukan, penelitian belum dinyatakan selesai;
7. Ingin meneliti sejarah perkembangan. Misalnya ingin melacak kehidupan seseorang tokoh, sejarah lembaga atau masyarakat, dan lain-lain.
2.2 DESAIN PENELITIAN
2.2.1 Ruang lingkup design penelitian
a) Penentuan Judul Penelitian
Penentuan
judul penelitian sangat penting karena dapat mengetahui objek penelitian,
subjek apa yang akan diteliti, dimana lokasi penelitian, tujuan yang ingin di
capai dan sasarannya.
Ada beberapa
petunjuk bagi seorang peneliti yang akan melakukan penelitian dalam menentukan
judul, yaitu :
· Keterjangkauan
· Ketersedian Data
· Signifikansi Judul yang dipilih
Beberapa
syarat yang diperlukan untuk memilih judul penelitian, yaitu :
· Judul ditetapkan setelah peneliti mengetahui permasalahan pokok objek
yang akan diteliti
· Judul penelitian mencerminkan keseluruhan isi penulisan
· Judul harus mengemukakan kalimat singkat dan jelas
b) Penentuan masalah penelitian.
Masalah
penelitian itu merupakan pedoman kegiatan penelitian. Dalam penelitian, masalah
berperan untuk mengarahkan kegiatan penelitian. Tanpa rumusan masalah, peneliti
akan kesulitan dalam pelaksanaan dan penulisan penelitiannya.
Beberapa
syarat yang harus diperhatikan dalam perumusan masalah yaitu:
· Masih berhubungan dengan judul utama
· Mendukumg tujuan penelitian
· Mengembangkan atau memperluas cara-cara pengujian suatu teori
· Memberikan sumbangan terhadap metodelogi penenelitian
· Menunjukan variable-variabel yang diteliti.
c) Penentuan tujuan penelitian.
Tujuan
penelitian dapat mengarahkan peneliti untuk mencapai sasaran dan target yang
ingin dicapai. Tujuan penelitian terdiri dari tujuan utam dan tujuan sekunder.
Tujuan utama sangat erat kaitannya dengan judul dan masalah penelitian,
sedangkan tujuan sekunder sangat tergantung pada keinginan pribadi seorang
peneliti, dengan kata lain lebih bersifat subjektif bagi peneliti.
d) Penentuan hipotesis
Hipotesis
adalah jawaban sementara terhadap permasalahan namun perlu menguji
kebenarannya.
Ada beberapa
cara untuk merumuskan hipotesis anatara lain yaitu sebagai berikut:
· Hipotesis yang baik harus searah dan mendukung Judul, Masalah, dan
Tujuan Penelitian
· Hipotesis harus dapat diuji dengan data empiris
· Hipotesis harus bersifat spesifik
Dalam statistik dikenal ada dua
macam hipotesis yaitu:
· Hipotesis nol (H0): hipotesis yang menyatakan adanya
kesamaan dan tidak ada perbedaan atau tidak ada pengaruh antara variabel yang
satu dengan variabel yang lain
· Hipotesis alternative (Ha): hipotesis yang menyatakan
adannya ketidaksamaan atau adanya perbedaan dan saling mempengaruhi anatara
variabel satu dengan variable yang lain
e) Penentuan populasi dan sampel penelitian.
Yang harus diperhatikan dalam menentukan sampel penelitian, adalah :
· Tentukan populasi di daerah penelitian.
· Tentukan jumlah sampel yang akan diteliti
· Tentukan metode pengambilan sampel
f) Penentuan metode dan teknik pengumpulan data.
Metode pengumpulan data terdiri atas beberapa cara yaitu :
· Osevasi
· Wawancara
· Angket
· Pengumpulan data skunder
· Pengumpulan data melalui penginderaan jauh
g) Penentuan cara mengolah dan menganalisis data.
2.2.2 Jenis-jenis
Design Penelitian
Pengelompokkan design penelitian yang menyeluruh belum dapat dibuat
dewasa ini, karena masing-masing ahli mengelompokkan jenis design penelitian
sesuai dengan kondisi ilmuwan itu sendiri.
Ilmuwan McGrath (1970) mengelompokkan design penelitian
menjadi lima, yaitu :
· Percobaan dengan control
· Studi (belajar)
· Survey (pengamatan)
· Investigasi (meneliti)
· Penelitian tindakan
Sedangkan
menurut Barnes (1964), design penelitian dibagi menjadi :
· Studi “ Sebelum – Sesudah” dengan kelompok control
· Studi “ Sesudah Saja” dengan kelompok control
· Studi “ Sebelum – Sesudah” dengan satu kelompok
· Studi “ Sesudah Saja” tanpa control
· Percobaan ex post facto
Shah (1972)
mencoba membagi design penelitian menjadi enam kenis, yaitu :
· Design untuk penelitian yang ada control
· Design untuk studi deskriptif dan analitis
· Design untuk studi lapangan
· Design untuk studi dengan dimensi waktu
· Design untuk studi evaluatif - nonevaluatif
· Design dengan menggunakan data primer atau data sekunder
Design
penelitian memiliki beragam jenis dilihat dari berbagai perspektif, antara lain
:
a) Desain penelitian dilihat dari perumusan masalahnya ;
· Penelitian eksploratif
· Penelitian uji hipotesis
b) Desain penelitian berdasarkan metode pengumpulan data ;
· Penelitian pengamatan
· Penelitian Survai
c) Desain penelitian dilihat dari pengendalian variabel-variabel oleh
peneliti ;
· Penelitian eksperimental
· Penelitian ex post facto
d) Desain penelitian menurut tujuannya ;
· Penelitian deskriptif
· Penelitian komparatif
· Penelitian asosiatif
e) Desain penelitian menurut dimensi waktunya ;
· Penelitian Time Series
· Penelitian Cross Section
f) Desain Penelitian dilihat dari lingkungan studi dapat dikelompokkan ;
· Studi dan Eksperimen Lapangan
· Ekspreimen Laboratorium
2.2.3 Design Dalam Merencanakan Penelitian
Dalam memecahkan masalah, design dimulai dengan mengadakan penyelidikan
dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui. Dari
penyelidikan itu, akan terjawab bagaimana hipotesis dirumuskan dan diuji dengan
data yang diperoleh untuk memcahkan suatu masalah. Dari sini pula dapat dicari
beberapa petunjuk tentang design yang akan dibuat untuk penelitian yang akan
dikembangkan.
2.2.4 Design Pelaksanaan Penelitian
Design pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan atau pengamatan
serta memilih pengukuran,-pengukuran variabel, memilih prosedur dan
teknik sampling, alat-alat untuk mengumpulkan data kemudian
membuat coding dan editing, serta memproses data
yang telah dikumpulkan.
Suchman (1967)
telah membagi design dalam pelaksanaan penelitian, yaitu :
§ Design sampel
§ Design alat (instrument)
§ Design administrasi
§ Design analisis
2.3 STUDI ANALITIK
2.3.1Penelitian Cohort
Adalah
membandingkan kelompok yang terpapar dari kelompok yang tidak terpapar dalam
timbulnya efek/penyakit akibat faktor risiko.
Penelitian kohort adalah sebuah
penelitian yang bersifat longitudinal dengan mengikuti proses perjalanan
penyakit ke depan berdasarkan urutan waktu. Penelitian prosfektif ini
dimaksudkan untuk menemukan insiden penyakit pada kelompok yang tertpajan oleh
faktor risiko maupun pada kelompok yang tidak terpajan, kemudian insiden
penyakit pada kedua kelompok tersebut secara statisitik dibandingkan untuk
mengetahui apakah terdapat hubungan sebab akibata antara pajanan dan penyakit
yang diteliti.
Penelitian kohort ini mengikuti
paradigmadari sebab dan akibat, secara garis besar proses perjalanan penelitian
prosfektif sebagai berikut:
1. Pada
awal penelitian, kellompok terpajan maupun kelompok tidak terpajan belum
menampakkan gejala penyakit yang diteliti
2. Kedua
kelompok diikuti kedepan berdasarkan sekuensi waktu (prospektif)
3. Dilakkukan
penganmatan untuk mencari insiden penyakit (efek) dan pada kedua
4. Insiden
penyakit pada kedua kelompok dibandingkan dengan menggunakan perhitungan
statistic untuk menguji hipotesis tentang hubungan sebab akibat antara pajanna
dan insiden penyakit (efek).
Proses
penelitian prospektif kohort secara skematis dapat digambarkan:
positif
|
dibandingkan
|
________________negatif
positif
|
Macam-macam
penelitian Kohort:
-
Penelitian Satu Kohort
Penelitian ini bersifat
diskriptif karena pada awalnya peneliti tidak terdapat kelompok terpajan dan
kelompok tidak terpajan sebagai control. Setelah dilakukan pengamatan diketahui
bahwa kohort tersebut terdapat kelompok individu yang akan terpajan oleh faktor
risiko dan kelompok tersebut sebagian akan menderita penyakit akibat pajanan
dan sebagian tidak.
-
Penelitian Dua Kohort
Sejak awal penelitinya
telah dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok terpajan oleh risiko
timbulnya penyakit tertentu dan kelompok lain yang tidak terpajan oleh faktor
risiko dan kemudian proses alamiah kedua kelompok tersebut diikuti untuk
menentukan insiden penyakit yang dimaksud kemudian dianalisis.
2.3.2. Penelitian Kasus Kontrol
Adalah
mempelajari sekelompok individu yang sakit / mengalami masalah kesehatan
(kasus) dengan yang tidak sakit atau tidak mengalami masalah kesehatan
(kontrol).
Istilah Trohok atau trohoc (Alvan Feinsten) yaitu cohort
yang di baca dari belakang sesuai dengan proses perjalanan yang diikuti,
sedangkan pada penelitian kohort proses di ikuti kedepan artinya dari faktor
risiko mencari insiden, sedanngkank penalitian retrosfektif mengikuti proses
kebelakang dari penderita pada keadaan awal untuk mencari faktor risiko.
Jadi penelitian retrosfektif dapat
diartikan penelitian dengan pendekatan longitudinal yang bersifat ovservasional
mengikuti perjalanan pennyakit kearah belakang (retrosfektif) untuk menguji
hipotesis sfesifik tentang adanya hhubungna pemaparan terhadapfaktor risiko
masa di lalu dengan timbulnya penyakit.
Uraian
skematis dapat di gambar sebagai berikut:
YANG
LALU SAAT
INI
Mencari
pemaparan faktor risiko retrosfektif kelompok kasus dan kontrol
SEBAB AKIBAT
Kelompok kasus atau kelompok penderita
ialah kelompok individu yang menderita penyakit yang akan diteliti dan ikut
dalam proses penelitian sebagai subjek study.
Kelompok control ialah kelompok individu
yang sehat atau tidak menderita penyakit yang akan diteliti, tetapi mempunyai
peluang yang sama dengan kellompok kasus untuk terpapar oleh faktor risiko yang
diduga sebagai penyebab timbulnya penyakit dan bersedia menjadi subjek
peneliti.
2.3.3 Kelebihan Dan Kelemahan
2.3.3.1 kelebihan dan kelemahan Kohort
Kelebihan
penelitian Kohor adalah:
1. Studi
kohor merupakan desain yang terbaik dalam menetukan insidensi dan perjalanan penyakit atau efek
yang diteliti.
2. Dapat
dipakai untuk mengetahui ada tidaknya asosiasi antara faktor risiko dan
penyakit.
3. Memberikan
keterangan yang lengkap mengenai faktor risiko yang dialami oleh individu dan
riwayat alamiah perjalanan penyakit.
4. Dapat
sangat mereduksi bias informasi. Tidak akan terjadi masalah recall atau
memori.
5. Masalah
etika lebih sedikit dibandingkan studi eksperimental.
6. Dapat
dipakai langsung untuk mengukur incidence rate dari penyakit dan risiko
relatif dari faktor risiko yang sedang diteliti.
7. Informasi
mengenai studi mudah dimengerti oleh orang yang bukan ahli epidemiologi.
8. Karena
pengamatan dilakukan secara kontinudan longitudinal, maka studi kohor memiliki
kekuatan yang andal untuk meneliti berbagai masalah kesehatan yang semakin
meningkat.
Kekurangan
penelitian kohor adalah:
1. Memerlukan
ukuran sampel yang besar, terutama untuk jenis penyakit yang ssedikit dijumpai
di masyarakat.
2. Memerlukan
waktu follow up yang cukup lama.untuk itu perlu dijumpai
penyakit-penyakit yang masa inkubasi singkat.
3. Biaya
yang diperlukan selama studi cukupbesar dan mahal.
4. Follow
up kadang-kadang sulit dilakukan dan loss
of follow up dapat mempengaruhi hasil penelitian.
5. Studi
kohor sering kali rumit. Untuk menghindarinya pilihah populasi yang stabil, dan
tidak berpindah-pindah tampat.
6. Kurang
efisien dari segi waktu maupun biaya untuk meneliti kasus yang jarang terjadi.
7. Terancam
terjadinya drop out atau
terjadinya perubahan intensitas paparan atau faktor risiko yang dapat
mengganggu analisis.
2.3.3.2 kelebihan dan kelemahan Case Kontrol (Kasus- Kontrol)
Kelebihan
penelitian case control adalah:
1. Kasus
biasanya tersedia dan mudah didapatkan. Karena itu penelitian ini cocok untuk
penyakit yang jarang atau untuk mempelajari perihal klinik.
2. Dapat
dilakukan dengan cepat dan murah dan dapat dilakukan di tempat fasilitas
klinik.
3. Hasil
penelitian sudah menunjang ke arah dukungan hipotesis kausal dengan menegakkan
adanya asosiasi.
4. Data
historis biasanya tersedia pada catatan medisk pasien sehingga memungkinkan
memakai data sekunder.
5. Jumlah
subjek lebih kecil dibanding kebutuhan sampel untuk penelitian cross-sectional
dan kohor.
Kelemahan penelitian case control adalah:
1. Peka
terhadap recall bias, karena informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang
lalu tergantung padamemori (daya ingat) subjek.
2. Data
yang diperoleh secara sekunder, dari rumah sakit sering tidak lengkap atau
tidak dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan.
3. Criteria
diagnosis yang dipakai antar petugas kesehatan sehingga terjadi perbedaan dalam
haasil diagnosis kasus maupun control.
4. Kasus
yang diperoleh adalah kasus yang selamat (selective survivor) karena
tidak bisa menemukan kasus yang telah meninggal. Dengan demikian kasus yang
diperoleh mungkin tidak representative.
5. Kasus
yang diperoleh di rumah sakit mungkin tidak representatif dari populasi sakit.
2.3.4 Ciri-ciri penelitian
2.3.4.1. Ciri-ciri penelitian kohort
1.
Terdapat pemilihan subjek berdasar status paparan terpapar/ tdk terpapar)
2.
Kelompok-kelompok subjek yg dipilih memiliki karakter sama ( bebas penyakit)
3.
Memiliki periode wkt pengamatan tertentu
4.
Pengamatan muncul tidaknya penyakit pada subjek
5.
Dimungkinkan utk dilakukan penghitungan laju insidensi
6.
Peneliti tidak menglokasikan paparan dgn sengaja ( bukan eksperimental)
2.3.4.2. Ciri-ciri penelitian Case-Kontrol
1. Pemilihan
subyek berdasarkan status penyakitnya, untuk kemudian dilakukan amatan apakah
subyek mempunyai riwayat terpapar atau tidak.
2. Subyek
yang didiagnosis menderita penyakit disebut: Kasus berupa insidensi yang muncul
dan populasi,
3. Subyek
yang tidak menderita disebut Kontrol.
4. Jenis
penelitian ini dapat saja berupa penelitian restrospektif dan prospektif
5.
Penelitian kasus kontrol itu menggunakan kasus (insiden) baru untuk mencegah
adanya kesulitan dalam menguraikan faktor yang berhubungan dengan penyebab dan
kelangsungan hidup.
2.3.5 Tujuan Penelitian
2.3.5.1. Tujuan Penelitian Cohort
Tujuan
penelitin kohort dlh unntuk
·
Memfollow up kelompok
subyek.
·
Menentukan adanya
dampak yang timbul dari perlakuan penelitian
·
Untuk menetapkan beban paparan, variabel paparan diukur dengan metoda
wawancara atau observasi pada suatu periode waktu tertentu
·
Menetapkan risiko akibat paparan terhadap insiden outcome spesifik pada
mereka yang mendapat maupun yang tidak mendapat paparan
·
Membandingkan kelompok
yang terpapar dari kelompok yang tidak terpapar dalam timbulnya efek/penyakit
akibat faktor risiko.
2.3.5.2 Tujuan Penelitian Case-Kontrol
Tujuan
penelitian case control adalah untuk
·
Menentukan perbedaan
kelompok menurut riwayat paparan atau karakteristik individu untuk menetapkan
status faktor risiko
·
Dibandingkan apakah ada
perbedaan proporsi mengenai terpapar terhadap faktor risiko
2.3.6 Langkah-Langkah Penelitian
2.3.6.1. Penelitian Kohort
Langkah- langkah yang harus dilakukan dalam penelitian Kohort
1. Tentukan
tujuan penelitian. Tujuan dan hipotesis harus dinyatakan dengan jelas karena
dengan tujuan yang jelas akan mempermudah kegiatan selanjutnya.
2. Rancangan
penelitian. Dalam merancang penelitian harus ditentukan apakah satu kohort atau
dua kohort.
3. Tentukan
kelompok terpajan dan tidak terpajan
4. Diagnosis
insidean penyakit yang dicari. Dalam hal ini perlu dijelaskan tentang alat
pemeriksaan dan criteria positif yang digunakan
5. Tntukan
lamanya pengamatan dan frekuensi pengamatan
6. Hitung
perkiraan besarnya sampel yang dibutuhkan
7. Analisis
hasil.
2.3.6.2. Penelitian Case-Kontrol
Langkah-langkah
Penelitian Case Control :
1.
Menetapkan pertanyaan penelitian dan hipotesis yang sesuai
2.
Menetapkan variabel penelitian
3.
Menetapkan subjek penelitian
4. Melakukan
pengukuran variable
5. Analisis
hasil Karakteristik Penelitian Case Control
2.3.7 Desain Penelitian
2.3.7.1. Desain Penelitian Kohort
1.
Suatu cohort di
definisikan sebagai kelompok individu yang di follow up secara bersama menurut
waktu
2.
Peneliti memilih
kelompok subyek yang belum menunjukkan outcome, yang diharapkan, dan kepada
mereka dilakukan follow up untuk kemudian menentukan adanya kelainan atau
kebaikan yang timbul.
3.
Untuk menetapkan beban paparan, variabel paparan diukur dengan metoda
wawancara atau observasi pada suatu periode waktu tertentu
4.
Disain cohort mungkin secara murni merupakan penelitian deskriptif dengan
maksud melakukan penelitian tentang perjalanan alamiah penyakit
5.
Yang paling sering adalah penelitian yang bermaksud melakukan analisis,
menetapkan risiko akibat paparan terhadap insiden outcome spesifik pada mereka
yang mendapat maupun yang tidak mendapat paparan
2.3.7.2. Desain Penelitian Case-Kontrol
1. Suatu
metoda penelitian epidemiologiyang kelompok individu dipilihberdasarkan pada
ada dan tidak adanyakelainan (penyakit) yang diteliti
2. Mereka
yang mempunyai kelainan adalahkelompok Kasus
3. Mereka
yang tidak mempunyai kelainanadalah kelompok Kontrol
4. Si
peneliti kemudian melihat masalampau, melalui wawancara, kuesionerdengan pos,
atau kartu review yang telahdikumpulkan terlebih dahulu.
5. kegiatan
tersebut untuk menentukanperbedaan kelompok menurut riwayatpaparan atau
karakteristik individu untukmenetapkan status faktor risiko
6. Keadaan
tersebut kemudian dihubungkandengan keadaan subyek sekarang,OUTCOME Pendekatan
tersebut untuk menentukan mengapa KASUS mempunyai dan KONTROL tidak mempunyai
paparan/outcome
Tidak ada komentar:
Posting Komentar